Gorontalo, 2–3 Juni 2025 – Program Studi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Gorontalo telah sukses menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu Tahun Anggaran 2024/2025 yang dilaksanakan selama dua hari, Senin hingga Selasa, tanggal 2–3 Juni 2025, bertempat di Auditorium Poltekkes Gorontalo.
Kuliah tamu ini mengangkat dua tema utama yang sangat relevan dengan dunia kerja dan tantangan profesional sanitarian masa kini, yaitu:
-
Penyehatan Makanan dan Minuman: Peran Sanitarian dalam Upaya Penyehatan Makanan dan Minuman, yang dibawakan oleh Harson Ahudulu, SKM., M.M.
-
Penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) yang Berkelanjutan dan Terintegrasi, yang dibawakan oleh Syarif Potutu, SKM., M.Si.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan dosen dari Program Studi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan dengan tujuan meningkatkan wawasan, keterampilan, dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan nyata di bidang kesehatan lingkungan, khususnya terkait sanitasi pangan dan implementasi K3. Kegiatan dibuka dengan registrasi peserta, dilanjutkan dengan pembukaan resmi acara. Acara kemudian diisi dengan sambutan dari Wakil Direktur II Poltekkes Kemenkes Gorontalo, yang menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik dan profesional mahasiswa.
Setelah pembukaan, kegiatan berlanjut ke sesi penerimaan materi oleh kedua narasumber.
Pada hari pertama, Harson Ahudulu, SKM., M.M. memaparkan materi seputar peran strategis sanitarian dalam menjamin keamanan makanan dan minuman, mulai dari pemantauan proses produksi, penyimpanan, hingga penyajian. Beliau menekankan pentingnya pengawasan higienitas serta penerapan prinsip-prinsip sanitasi pangan yang berbasis risiko.
Pada hari kedua, Syarif Potutu, SKM., M.Si. menyampaikan materi mengenai pentingnya penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) secara berkelanjutan dan terintegrasi di berbagai sektor kerja. Beliau menjelaskan bahwa K3 bukan hanya kewajiban normatif, tetapi menjadi bagian dari sistem manajemen yang berkontribusi langsung terhadap produktivitas dan kualitas kerja, terutama di bidang kesehatan lingkungan.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan rekomendasi, di mana mahasiswa aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi dengan narasumber. Sesi ini menghasilkan beberapa poin penting sebagai rekomendasi dalam praktik lapangan dan pembelajaran akademik, termasuk perlunya integrasi lebih lanjut antara teori dan praktik dalam mata kuliah yang berkaitan dengan sanitasi makanan serta K3.
Acara ditutup dengan penutupan resmi oleh panitia, yang menekankan pentingnya tindak lanjut dari materi yang telah disampaikan untuk mendukung pencapaian kompetensi lulusan Program Studi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan.



