Tingginya timbulan sampah dan rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan sekolah menjadi tantangan yang memerlukan perhatian serius. Kondisi tersebut juga dialami oleh SMA Islam Terpadu Al-Ishlah, yang masih berupaya melengkapi sarana sanitasi dasarnya, termasuk fasilitas wastafel. Untuk menjawab kebutuhan ini, Jurusan Sanitasi Lingkungan Politeknik Kesehatan Gorontalo melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang disambut hangat oleh para guru dan pihak sekolah.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Sekolah, Herlis Setiawan Karim, M.Pd., yang menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Jurusan Sanitasi Lingkungan dalam memberikan edukasi kesehatan lingkungan kepada siswa. Beliau menegaskan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting dalam membentuk kebiasaan hidup bersih dan peduli lingkungan. Pihak sekolah juga berharap kerja sama ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
Setelah sambutan, Ketua Jurusan Sanitasi Lingkungan, Ruslin Hasan, S.Pd., M.Kes., memberikan pengantar mengenai pentingnya penerapan sanitasi lingkungan di sekolah. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini bertepatan dengan peringatan Hari Guru Nasional dan memasuki tahun keempat Jurusan Sanitasi Lingkungan berdiri sebagai jurusan mandiri setelah sebelumnya berada di bawah Jurusan Kebidanan. Momentum ini menjadi penguat komitmen jurusan untuk terus berkontribusi bagi peningkatan kesehatan lingkungan di masyarakat.
Pada sesi inti, Ruslin Hasan, S.Pd., M.Kes. memaparkan materi mengenai tingginya timbulan sampah, tantangan pengelolaannya di masyarakat, serta langkah-langkah sederhana yang dapat diterapkan siswa dalam mengurangi dan mengolah sampah mulai dari sumbernya. Sebanyak 53 siswa mengikuti sesi ini dengan antusias, aktif berdiskusi, dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis terkait sanitasi lingkungan. Hal ini menunjukkan tingginya minat siswa terhadap isu kesehatan lingkungan yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemutaran video pembuatan Ecosink, sebuah inovasi wastafel portabel yang dirancang dari bahan sederhana dan wadah bekas. Ecosink ini dibuat oleh mahasiswa Jurusan Sanitasi Lingkungan melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) sebagai wujud kreativitas mahasiswa dalam menghadirkan solusi sanitasi yang murah, sederhana, dan ramah lingkungan. Inovasi ini sangat relevan bagi sekolah yang belum memiliki fasilitas cuci tangan yang memadai, termasuk SMA IT Al-Ishlah.
Keunggulan Ecosink:
- Dibuat dari bahan sederhana dan memanfaatkan wadah bekas.
- Bersifat portabel dan mudah dipindahkan.
- Biaya pembuatan rendah serta memanfaatkan bahan daur ulang.
- Mendukung praktik cuci tangan sebagai bagian dari PHBS.
- Menjadi media edukasi bagi siswa untuk meningkatkan kreativitas dan kepedulian lingkungan.
Untuk mengukur efektivitas kegiatan, dilakukan evaluasi pemahaman melalui pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan: rata-rata nilai pre-test sebesar 92% meningkat menjadi 98% pada post-test. Temuan ini mencerminkan keberhasilan kegiatan dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai sanitasi lingkungan.
Pada sesi berikutnya, Sekretaris Jurusan, Marhamah Yudin, S.KM., M.Kes., memaparkan profil dan perkembangan Jurusan Sanitasi Lingkungan sebagai salah satu program studi vokasi yang terus memperkuat perannya dalam peningkatan kualitas kesehatan lingkungan di Gorontalo. Beliau menjelaskan bahwa sejak berdiri, jurusan ini telah meluluskan tiga angkatan tenaga sanitarian yang kompeten dan berhasil meraih akreditasi Unggul pada tahun 2025, sebuah capaian yang mencerminkan mutu penyelenggaraan pendidikan yang konsisten dan berstandar tinggi. Untuk mendukung proses pembelajaran berbasis praktik, Jurusan Sanitasi Lingkungan dilengkapi dengan enam, salah satunya Laboratorium Bengkel Kerja. Fasilitas ini tidak hanya digunakan untuk kegiatan pendidikan, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa dalam menghasilkan produk dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat, termasuk pembuatan alat ecosink yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini.

Jurusan Sanitasi Lingkungan menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan edukasi, inovasi, serta kontribusi positif bagi masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian seperti ini, jurusan berharap dapat mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih sehat, bersih, dan berbudaya peduli sanitasi, sekaligus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam membangun kualitas kesehatan lingkungan di Provinsi Gorontalo. (MY /DAU)



