Gorontalo – Jurusan Sanitasi Lingkungan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Gorontalo kembali menyelenggarakan kegiatan Kuliah Tamu Tahun 2026 dengan tema “Smart Industrial Hygiene: Transformasi Sanitasi Industri dan K3 di Era Industri 5.0”. Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting selama dua hari, yaitu pada 25–26 Mei 2026, dan diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta praktisi di bidang kesehatan lingkungan dan keselamatan kerja.

Kuliah tamu ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan wawasan dan kompetensi peserta mengenai perkembangan teknologi sanitasi industri, digitalisasi sistem monitoring lingkungan kerja, serta implementasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) modern yang adaptif terhadap perkembangan otomasi dan kecerdasan buatan. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Gorontalo atau perwakilan yang ditunjuk. Selanjutnya peserta mendapatkan empat materi utama yang disampaikan oleh narasumber berpengalaman di bidang higiene industri dan K3.
Pada hari pertama, Wahyudin Lihawa, S.T., M.KKK, CEO BSC Consulting, menyampaikan materi mengenai “Digitalisasi Monitoring Sanitasi Lingkungan Kerja Berbasis Internet of Things (IoT)”. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa transformasi digital memungkinkan proses monitoring sanitasi dilakukan secara real-time melalui pemanfaatan sensor digital, teknologi IoT, cloud monitoring, dashboard digital, dan aplikasi mobile. Sistem ini mampu memantau berbagai parameter lingkungan kerja seperti suhu, kelembaban, kualitas udara, kualitas air, hingga keberadaan gas berbahaya secara berkelanjutan. Digitalisasi monitoring juga memberikan manfaat berupa alarm otomatis, penyimpanan data historis, analisis tren, serta peningkatan efisiensi inspeksi lingkungan kerja.
Materi kedua disampaikan oleh Dr. Rojali, SKM, M.Epid, dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dengan topik “Digital Safety Management System dalam Implementasi K3 Modern”. Pada sesi ini peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya integrasi teknologi digital dalam sistem manajemen keselamatan kerja. Perkembangan teknologi memungkinkan organisasi melakukan pengawasan risiko, pelaporan insiden, dokumentasi K3, serta pengambilan keputusan berbasis data secara lebih cepat dan efektif.
Hari kedua diawali dengan materi “Smart Environmental Control dan Pengelolaan Higiene Industri Berkelanjutan” yang kembali disampaikan oleh Wahyudin Lihawa. Materi ini menyoroti pentingnya pengendalian lingkungan kerja yang terintegrasi dengan teknologi modern untuk mendukung produktivitas, kesehatan pekerja, kualitas produk, dan kepatuhan terhadap regulasi. Pengelolaan higiene industri yang berkelanjutan menuntut keterlibatan seluruh komponen organisasi dalam menjaga kualitas lingkungan kerja serta mencegah berbagai risiko kesehatan akibat faktor lingkungan.
Selanjutnya, Dr. Rojali menyampaikan materi “Membangun Safety Culture Adaptif di Era Otomasi dan Artificial Intelligence”. Dalam paparannya dijelaskan bahwa keberhasilan program keselamatan kerja tidak hanya ditentukan oleh sistem dan teknologi, tetapi juga oleh budaya keselamatan yang kuat di seluruh organisasi. Penerapan budaya K3 membutuhkan komitmen manajemen, keterlibatan pengawas, dan partisipasi aktif seluruh pekerja. Pendekatan SMART Safety (Safety Management & Attitude Reinforcement Techniques) menjadi salah satu strategi yang dapat digunakan untuk membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan melalui sinergi antara sistem manajemen, operasional keselamatan, dan faktor manusia.
Melalui kegiatan ini, Juru

san Sanitasi Lingkungan berharap mahasiswa mampu memahami perkembangan teknologi terkini dalam pengelolaan sanitasi industri dan keselamatan kerja, sekaligus meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja pada era Industri 5.0. Selain memperluas wawasan akademik, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk berdiskusi langsung dengan praktisi dan pakar yang memiliki pengalaman luas dalam implementasi higiene industri, digitalisasi monitoring lingkungan kerja, dan pengembangan budaya keselamatan di berbagai sektor industri.
Dengan terselenggaranya kuliah tamu ini, Jurusan Sanitasi Lingkungan Poltekkes Kemenkes Gorontalo terus menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu menjawab kebutuhan dunia kerja dan pembangunan kesehatan lingkungan di masa depan.



