Jurusan Sanitasi Lingkungan Poltekkes Kemenkes Gorontalo melaksanakan kegiatan kaji tiru pelaksanaan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) ke Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya pada 22–23 Desember 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari secara langsung praktik terbaik penyelenggaraan OSCE pada institusi rujukan nasional di bidang sanitasi lingkungan, sebagai bagian dari upaya penguatan sistem evaluasi pembelajaran berbasis kompetensi.
Rombongan yang terdiri atas dosen dan Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Jurusan Sanitasi Lingkungan Poltekkes Kemenkes Gorontalo disambut secara resmi oleh Direktur Poltekkes Kemenkes Surabaya, Luthfi Rusyadi, SKM., M.Sc., beserta jajaran pimpinan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kaji tiru tersebut serta menegaskan komitmen Poltekkes Kemenkes Surabaya untuk terus membuka ruang kolaborasi dan berbagi praktik baik antar institusi pendidikan kesehatan.
Kegiatan selanjutnya dilaksanakan pada tingkat jurusan dengan sambutan dari Ketua Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Surabaya, Irwan Sulistio, SKM., MSi. Beliau menyampaikan bahwa jurusannya telah beberapa kali menjadi tujuan kaji tiru dari berbagai Poltekkes Kemenkes di Indonesia, serta berharap kegiatan ini dapat menjadi awal terjalinnya kerja sama yang berkelanjutan, khususnya dalam pengembangan dan standarisasi sistem evaluasi pembelajaran berbasis OSCE. Disampaikan pula bahwa meskipun OSCE belum diterapkan secara nasional, arah kebijakan pendidikan kesehatan menunjukkan bahwa sistem ini akan menjadi standar ke depan, sehingga diperlukan persiapan yang matang melalui pelatihan dan penyusunan perangkat uji OSCE.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Jurusan Sanitasi Lingkungan Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Ruslin Hasan, S.Pd., M.Kes, menyampaikan tujuan pelaksanaan kaji tiru sebagai sarana pembelajaran dan penguatan kapasitas jurusan dalam mengembangkan sistem pelaksanaan OSCE yang lebih terstandar. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan dan keberlanjutan mutu pendidikan serta kualitas lulusan sanitasi lingkungan.
Pada sesi inti, tim dosen dan PLP melakukan observasi serta diskusi teknis mengenai mekanisme pelaksanaan OSCE, mencakup persiapan sarana dan prasarana, penataan stasiun, alur pergerakan peserta, hingga sistem penilaian. Tim mempelajari enam stasiun OSCE yang dirancang untuk mengukur kompetensi mahasiswa secara komprehensif dan kontekstual, meliputi stasiun permukiman, industri, tempat umum sarana rekreasi, tempat umum sarana transportasi, fasilitas pelayanan kesehatan, dan tempat umum akomodasi.
Melalui kegiatan kaji tiru ini, Jurusan Sanitasi Lingkungan Poltekkes Kemenkes Gorontalo menegaskan komitmennya dalam mempersiapkan pelaksanaan OSCE yang optimal dan berkelanjutan. Praktik baik yang diperoleh dari Poltekkes Kemenkes Surabaya diharapkan dapat diadaptasi dan diimplementasikan secara bertahap guna mendukung peningkatan mutu pembelajaran, penjaminan kompetensi lulusan, serta kesiapan menghadapi kebijakan OSCE nasional di masa mendatang. (MY)



